"Indonesia green innovation program"Share There are no translations available.
Salah satu bentuk nyata Green innovation program ini adalah kunjungan lapangan dan konsultasi untuk program "kampung Biogas Indonesia". Kampung biogas merupakan program Bright Idea yang diinisiasi sebagai perusahaan energy berbasis masyarakat. Kampung biogas menawarkan pelatihan pembangunan biogas dan mampu melaksanakan proyek pembangunan unit biogas di berbagai tempat di Indonesia. Dengan demikian Kampung Biogas merupakan suatu model Engineering Education in Sustainable Development (EESD). Selain itu, Kampung Biogas mampu memperkokoh pondasi perekonomian desa karena mampu menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Selain itu juga menghemat pengeluaran dana untuk pemenuhan kebutuhan energi, terutama energi memasak. Pengembangan selanjutnya biogas juga mampu memenuhi kebutuhan listrik. Pada gambar 9 dipaparkan diagram alir pembangunan Kampung Biogas hingga tahapan keberlanjutannya. Untuk lebih jelasnya bisa di klik http://greeninnovation.or.id/
Last Updated (Tuesday, 08 May 2012 11:12) PROFIL BRIGHT IDEA COMMUNITYShare There are no translations available.
Last Updated (Saturday, 05 May 2012 07:56) BIC in Action on GIST Startup Boot Camp Indonesia 2012Share There are no translations available. Pada tanggal 18-19 April 2012, BIC mendapatkan undangan kehormatan untuk mengikuti acara Global Innovation trough Science and Technology (GIST) Startup Boot Camp Indonesia yang dilaksanakan di Gedung BPPT-Thamrin, Jakarta. Acara yang dihelat oleh GIST, CRDF Global, The APEX Consultant Group, Business Innovation Center (BIC), dan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center ini menghadirkan pembicara-pembicara atau lebih tepatnya trainer-trainer kaliber internasional. Sebut saja Jim Bagnola, The Leadership Group, International speaker, Executive Coach, and Corporate Educator; Joe Hadzima, MIT Sloan School of Management, Senior Lecturer, MIT Enterprise Forum, Former Global Chairman, dan masih banyak lagi yang ikut mewarnai pelatihan entrepreneurship ini. Tidak kalah juga beberapa mentor dan trainer lokal ikut pula menyemarakkan kegiatan ini.
Bright Idea community (BIC) diwakili oleh Mohammad D. Aziz, selaku CEO Bright Idea Community (BIC), dan Fitria Nuraini Sekarsih, selaku Direktur Bright Idea Corporation (BICorp) mengangkat Program LELAKI dan WANITA (Lele Lahan Kering Sistem Terpal dan Wahana Nila Lahan Tandus) dan KAMPUNG BIOGAS INDONESIA untuk kemudian dipresentasikan dihadapan para trainer tersebut setelah sebelumnya diberi banyak wawasan dan mentoring oleh para mentor. Acara yang sangat luar biasa ini ditutup dengan cukup meriah dan hangat, meskipun hingga malam hari baru selesai. Dari sini, BIC untuk kesekian kalinya mendapatkan peluang kerja sama, pelatihan, serta jaringan yang cukup potensial untuk dijajaki lebih lanjut. Semoga ke depan BIC bisa semakin bersinar dan bermanfaat demi kemajuan bangsa. Amiin (mda) Last Updated (Saturday, 05 May 2012 06:59) RUMAH PINTAR “OMAH PASINAON” TEMPAT BELAJAR SAMBIL BERMAIN BERBASIS BUDAYA LOKALShare There are no translations available. RUMAH PINTAR “OMAH PASINAON” TEMPAT BELAJAR SAMBIL BERMAIN BERBASIS BUDAYA LOKAL Pada dasarnya Pendidikan adalah tanggung jawab setiap warga masyarakat sebagainama telah diamanahkan dalam undang undang Negara kita, dan omah pasinaon merupakan usaha nyata sebagai bentuk tanggung jawab untuk ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
![]()
Omah pasinaon merupakan sebuah istilah bahasa jawa yang mengandung arti “Omah” rumah dan “pasinaon” belajar, jadi omah pasinaon berarti rumah belajar. Konsep pembelajaran yang ditawarkan adalah belajar sambil bermain berbasis budaya lokal dan hal ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dimana dengan wadah ini setiap peserta didik dapat mengembangkan semua potensi dan kreatifitas yang dimilikinya. Proses pembelajaran dibagi menjadi beberapa sentra yaitu:
KERAJINAN PERAK SURYA SILVER TEPUS GUNUNGKIDULShare There are no translations available. Gunungkidul- (31/1) Sentra kerajinan perak di Desa Blekonang, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul yang letaknya kurang lebih sekitar 26 Km dari kota Wonosari merupakan desa yang jauh dari perkotaan, dengan letak geografis di wilayah pegunungan dan perbukitan dengan medan yang sangat menantang. Hal itulah yang menyebabkan Tim Bright Idea Community bersama Dekranasda Kabupaten Gunungkidul tertarik dan berkunjung ke sentra perak Surya Silver. Surya Silver merupakan kelompok pengrajin perak, tembaga dan kuningan, dengan ketua kelompok bernama Bapak Supriyadi. Disela- sela mengawasi pekerjaan anggota kelompok, Pak Supriyadi menceritakan awal mula membentuk usaha kerajinan tersebut. Pada tahun 1986 beliau merantau ke Sentra Perak Kota Gedhe untuk bekerja, tetapi pada tahun 1991 memutuskan untuk balik desa membangun desa karena peduli pada banyaknya pengangguran di Desa Blekonang.
Berbekal ilmu yang didapat dari Kota Gedhe, keyakinan, tekad yang kuat dan rasa peduli akhirnya pada tahun 1991 Pak Supriyadi membentuk kelompok kecil dirumah dan mulai berkembang. Saat ini Surya Silver memiliki 60 – 110 pekerja dan memakai sistem borongan. Uniknya, pekerja Surya Silver 25 % berjenis kelamin perempuan.
|
Get the Flash Player to see this player.
![]() | Hari Ini | 70 |
![]() | Minggu Ini | 686 |
![]() | Bulan Ini | 1760 |
![]() | Total | 4400 |